Sabtu, 09 Januari 2016

My Words




Lakukanlah yang terbaik untuk menjadi yang terbaik. Bukan menjadi yang terbaik untuk melakukan yang terbaik.

Tersenyumlah selagi itu membuatmu tersenyum. Sebelum engkau merasakan betapa naifnya hidup tanpa senyum.

Engkau dapat melakukan apapun setiap saat. Namun ingatlah, Dia juga mengawasimu setiap saat.

Aku, kamu, dia, mereka, kita itu sama. Sama-sama ciptaan-Nya. Sama-sama tercipta dari kelebihan dan kekurangan. Hanya satu bedanya, bagaimana cara setiap individu membalas budi pada Sang Pencipta.

Jadilah dirimu sendiri untuk terus melakukan kebaikan meraih ridho-Nya.

Lakukan suatu kebaikan atas dasar ridho-Nya. Bukan pahala. Karena pahala merupakan ganjaran dari amalan yang terlaksana. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah.


"Cemburu" itu ada lokasinya saat kita telah paham kata itu pantas untuk diucapkan pada makna apa."

"Mengheningkan. Biarkan dedaunan kering menggunduk untuk bersender di dahan tulang ini dan bermimpi aken aroma semerbak yeng tiada tara terkisah oleh-Mu. :)"

Tiap langkah sempat mengarung bilur semu, tertatih merangkak kicauan semayam bergemuruh, pekat mengepung sunyi meluruh. Tahta terkadang meraung dan mencicit pekik, berdendang syahdu nan memikuk. Kala tiba menghardik, binasa bersendu.

Seiring waktu terkoyak dalam naungan fitrah manusia, usangkah bila menerka suatu tafsir bahwa itu kilaumu ataukah gulitamu? Wahai Pemilik insan, kini rongga jiwa perlahan tersorot dalam tulang yang berhambur saat Engkau perah untuk Engkau pilah. Rangkaikanlah titik demi titik untuk kini dan esok.
 
Memungkiri dari kata maju dan berkembang. Tersirat makna yang penuh derai tanya. Jiwa bergulit tak usai mengusung sorot mata yang mengabut. Dan tetesan kerinduan esok, kala kuncup menyumbul dari jeratan buhul tali yang kuat untuk menapaki anugerah-Mu.
 
Mengarungi langkah dalam titihan peluh keringat, tak berbuih membusakan segenap kehampaan jiwa yang sempat menodai hati, tanpa buluh yang mengikrarkan kesantunan dalam mentari berjingga yang berganti secercah lentera melalui alunan, serta kemahmudahan lantunan permata yang tiada sangka menggetarkan jiwa insan tertunduk dalam simpuhan menderai yang tak kunjung usai bersanding dengan pakuan yang menerjang.
 
Menuntun buih rasa yang terhenyak dalam titisan gerai bulir, ketika jiwa berbinar sepadu membuat langkah ini bergeming.

Kala malam bersenandung burung berkicau syahdu menggetarkan bulir-bulir tepian daun bergemericik sunyi. Mengalunkan jiwa ini terhantar oleh tepisan miris.

Baik menurutmu belum tentu baik di mata-Nya. Buruk di matamu belum tentu buruk pula di mata-Nya. Sesungguhnya Dia mengetahui apa yang tidak kita ketahui.

Jangan pernah kamu merasa paling buruk di antara mereka. Sesungguhnya Dia menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.

Terkadang apa yang kita lakukan bisa menjadi persepsi yang berbeda bagi orang lain. Sulitnya, 1 sifat manusia yang sulit dihilangkan itu berpikir tentang orang lain yang belum tahu kebenarannya. Akan sulit dihilangkan, selama manusia itu kuat dengan persepsinya sendiri tanpa berpikir persepsi orang lain.

Saling memaafkan itu sudah semestinya. Namun, yang lebih bermakna 'buktikan dengan perilaku'. Karena diam bukan berarti tidak memaafkan, tapi menunggu perubahan (jangka panjang kalau istiqomah).

Kesibukan diri memang bisa menggantikan rindu yang terlarang dan tertahan. Akan tetapi, doa tetap harus disertai.

Meski banyak masalah yang menghampirimu dalam keadaan terendah sekalipun, tetaplah berprasangka baik, perbaiki, dan selesaikan.

Terkadang niat baik itu belum tentu baik di mata orang lain. Dan sebaliknya, bersabar dan tulus itu kuncinya.

Karena aku percaya, esok akulah yang akan berdiri 'di sana' memberi senyum kepada orang-orang yang menyayangiku. Tunggu, waktunya, orangtuaku, keluargaku, temanku, kakakku, adikku.

Diam tidak selalu bermasalah. Diam tidak selalu bermuram durja. Diam tidak selalu marah dan kecewa. Diam tidak selalu tertutup. Diam tidak selalu menghindar. Diam tidak selalu mendendam. Dan diam tidak selalu menyendiri. Karena diam itu berwarna emas pelangi di tempatnya masing-masing.

Terkadang tersenyum di atas kesakitan itu menyakitkan tapi menguatkan.

Karena dia, aku berubah. Karena dia, aku lebih bisa beradaptasi. Karena dia, aku bisa belajar mengerti apa, siapa, mengapa, dan bagaimana lingkungan itu sesungguhnya. Dan karena dia pula, kini kumengerti, dalam kondisi sekuat atau selemah apapun, setiap manusia pasti saling membutuhkan. Kutegaskan, itu pasti.

Selembut apapun orang itu tetap saja memiliki rasa kesal dan marah, begitu pula sebaliknya, sekeras apapun orang itu juga tetap memiliki rasa sabar dan peduli. So, nothing is impossible!

Menjadi kakak dan adik yang baik itu menyenangkan. Memotivasi dan dimotivasi. Begitulah seharusnya kakak kepada adiknya dan adik kepada kakaknya.

Wahai Pemilik insan, rengkuhkan setiap simpuhan insan-insan-Mu yang mengilaukan asma-Mu.

Wahai Pemilik insan, rengkuhkan setiap simpuhan insan-insan-Mu yang mengilaukan asma-Mu.




reff : http://penaatikafzyyh.blogspot.com/2010/11/my-words.html

Tags:

0 Responses to “My Words”

Posting Komentar

Subscribe

Berlangganan artikel via email

© 2013 Ruang Inspirasi 2015. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks